Truly Indonesia

January 21, 2008

Dear All,

This post was only posted caused by “Our Old Friend???”, Malaysia, claimed some of our culture (Indonesian culture) as theirs. How stupid?? Everybody in the world already know that angklung, batik, reog, Song of Rasa Sayange, Song of Jali-jali, Wayang are Indonesian Culture.

I don’t know what is their purpose? Are they provoke Indonesia?

Hey Malaysia!!! try to make your own culture. Don’t take our culture!! You aren’t a theft, are you??.. You already show to the world your stupidity by yourself.


Diantara Hukum Bulan Muharram (page 2/2)

January 9, 2008

KAIDAH MUWAFAQAH (MENYAAMAI) MEWUJUDKAN ADANYA TASYABUH (MENYERUPAI).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menyamai Yahudi dalam mengagungkan hari Asyura dengan cara mereka. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelisihi mereka, yaitu dengan (niat) melakukan puasa satu hari sebelum Asyura yaitu tanggal 9 Muharram

Adapun puasa setelahnya yaitu 11 Muharram , ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”

Read the rest of this entry »


Diantara Hukum Bulan Muharram (page 1/2)

January 9, 2008

Oleh
Ummu Abdurrahman binti Muhammad Arfat
(http://www.almanhaj.or.id/content/2035/slash/0)

Maka berbahagialah bagi seseorang yang dapat mengisi waktunya dengan sesuatu yang dapat mendekatkan dirinya dengan Allah, bebahagialah bagi seseorang yang menyibukkan dirinya dengan ketaatan dan menghindari maksiat. Berbahagialah bagi seseorang yang meyakini adanya hikmah-hikmah Allah yang agung dan rahasia-rahasia-Nya (yang Dia ketahui), dengan melihat kepada silih bergantinya perkara-perkara dan keadaan-keadaan.

“Artinya : Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan” [An-Nur : 44]

Read the rest of this entry »


日本生活について [Ttg Kehidupan Jepang]

January 6, 2008

waktu momiji

はじめに

Sebenarnya ini adalah gabungan dari tulisan Pak Yuli Setyo dan saya. Waktu saya nulis sendiri, eh nemuin tulisan beliau, isinya koq mirip banget sama tulisan beliau ini. Akhirnya dijadiin satu, macam fusion-nya Songoku+Bejita di Dragon Ball,hahaha.

Beberapa bagian ada yang tulisannya Pak Yuli, beberapa bagian saya tambahkan dengan tulisan saya, yakni pada bagian tertentu saya menceritakan pengalaman pribadi. Nah disitu letak tulisan saya tersebut. Copy cat yah? Iya,hehehe, tapi kan udah di edit gitu, jadi gak copy cat amat,hahaha…

Coretan sederhana ini tidak mengisahkan tentang legenda Bangsa Samurai dahulu kala; namun berkisah tentang Jepang saat ini. Cerita di sini berarti sesuatu yang mengherankan bila disandingkan dengan kondisi keseharian di tanah air tercinta. Meski Jepang bukanlah negeri dongeng yang sempurna, ada nilai-nilai kebaikan universal terealisir yang menarik untuk disimak dan diaplikasikan di tanah air tercinta.

Tulisan ini muncul bermula dari pikiran bahwa dari sini terdapat makna-makna kebaikan yang patut diteladani. Tulisan ini bisa diartikan curhatan saya selama “menghayati” kehidupan di Jepang ini. Ya, sudah hampir 11 bulan saya di Jepang, tepatnya belajar di Kobe University. Dan takterasa bulan depan sudah harus balik ke tanah air tercinta. Harus berhadapan lagi dengan banyaknya ketidakteraturan, berhadapan lagi dengan banyaknya ketidakdisiplinan, dan juga INTERNET yang lemot.com,uhhhh… mungkin ini juga salah satu yang bikin gak betah,hahaha… masak internet kita 1/100 connection rate-nya Jepang???juauh banget bedanya… pantes aja ya, kalo internetan di Indonesia (wabil khususon di kampus), kayak gini nih critanya:

Main goal yakni buka imel Yahoo:

  • ketik: mail.yahoo.com –>ENTER, tinggal dulu panasin air buat bikin kopi susu
  • mulai muncul kata Yahoo!Mail , itupun atasnya aja, nah airnya dah panas, sekarang tinggal beli kopi susu instan dulu di Sakinah Swalayan coz kehabisan bekal,hahaha
  • balik ke Lab, mulai muncul Yahoo! ID:…… & Password:…….., masukkan ya, lalu ENTER, tinggal dulu gak papa koq, tadi kopi susu instannya dah siap kan? nah skarang tuangin kopi susu bubuknya, tambahin sedikit gula sesuai selera. Tuangin air panas, lalu aduk, kopi susu panas siap di sruput. Sekarang balik lagi ke meja…
  • Wah dah mulai muncul Welcome rusmanto, bawahnya dikit sudah keliatan CHECK EMAIL,hahaha, langsung aja Klik itu button CHECK EMAIL. Nah sekarang main catur dulu sama temen-temen, ato main MINESWEEPER aja, bawaan windows kan ada tuh,hahahaha
  • ya gitu lah critanya, sampek SIGN OUT pun harus nunggu 5 menit, CAPE DEH

Read the rest of this entry »


Salah Paham

November 8, 2007

Forward dari millist, selamat membaca:

Mayoritas kaum muslimin sekarang ini

tidak memahami makna Laa Ilaaha Illallah

dengan pemahaman yang baik


Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Mayoritas kaum muslimin sekarang ini yang telah bersaksi Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) tidak memahami makna Laa Ilaaha Illallah dengan baik, bahkan barangkali mereka memahami maknanya dengan pemahaman yang terbalik sama sekali. Saya akan memberikan suatu contoh untuk hal itu: Sebagian di antara mereka (Dia adalah Syaikh Muhammad Al-Hasyimi, salah seorang tokoh sufi dari thariqah Asy-Syadziliyyah di Suriah kira-kira 50 tahun yang lalu) menulis suatu risalah tentang makna Laa Ilaaha Illallah, dan menafsirkan dengan “Tidak ada Rabb (pencipta dan pengatur) kecuali Allah”! Orang-orang musyrik pun memahami makna seperti itu, tetapi keimanan mereka terhadap makna tersebut tidaklah bermanfaat bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

“Artinya: Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?’ Tentu mereka akan menjawab: ‘Allah’. “[QS Luqman, 31:25].

Orang-orang musyrik itu beriman bahwa alam semesta ini memiliki Pencipta yang tidak ada sekutu bagi-Nya, tetapi mereka menjadikan tandingan-tandingan bersama Allah dan sekutu-sekutu dalam beribadah kepada-Nya. Mereka beriman bahwa Rabb (pengatur dan pencipta) adalah satu (esa), tetapi mereka meyakini bahwa sesembahan itu banyak. Oleh karena itu, Allah membantah keyakinan ini yang disebut dengan ibadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada Allah melalui firman-Nya:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

“Artinya: Dan orang-orang yang mengambil perlindungan selain Allah (berkata): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’“.[QS Az-Zumar, 39:3].

Read the rest of this entry »


Satu Korban lagi dari IPDN

July 23, 2007

Dear friends,

Rasanya belum setahun berlalu kasus kematian satu praja ipdn yang dikeroyok rame2 oleh seniornya.

Kali ini kita dikejutkan oleh berita bahwa ada satu lagi korban premanisme dari praja-praja (preman-preman) ipdn. Premanisme tersebut ternyata tidak hanya berlaku untuk yunior2, tetapi kali ini seorang tukang ojek yang menjadi sasaran. Sampai ketika dimakamkan darah segar masih keluar dari kepala Wendi, tukang ojek yang meninggal karena kebiadaban praja preman tersebut. Dilaporkan bahwa korban mengalami luka dalam cukup parah pada kepala, paru-paru rusak. Korban dibentur-benturkan pada dinding dan dikeroyok rame-rame oleh sekitar 20 praja preman tersebut.

Lalu bagaimana menurut kita? masih pantaskah ipdn dipertahankan? Masih layakkah praja preman busuk tersebut dipelihara dengan uang rakyat?

Kalo memang masih dipertahankan, maka dalam 1-2 tahun ke depan, kita harus hati-hati tiap akan ke kantor pelayanan masyarakat yang terdapat lulusan ipdn. Jangan-jangan kita yang akan jadi korban berikutnya. Kalo perlu tiap ke kantor pelayanan masyarakat kita perlu bawa golok ato celurit untuk melindungi diri.

Untuk berita lengkapnya silahkan klik link berikut ini:

IPDN LAYAK DIBUBARKAN!!!

Silahkan isi comment nya


Kerja Adalah Sebuah Kehormatan

July 19, 2007

Dear All,

Ini dapet dari teman juga. Moga dapat menjadi hikmah.

____________________________________________

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun
menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah
seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Pak
mau beli kue, Pak?” Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak,
saya sedang makan”.

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia
tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut
menjawab “Tidak dik saya sudah kenyang”.

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki
lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah
hampir seharian menjajakan kue buatan bunda.
Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada
bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah”.

Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung
kehidupan yang serba pas-pasan ini.

Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja
kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak mau beli kue saya?”, pemuda
yang ditawarkan jadi risih juga
untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 1.500,-
dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini
sedekahan dari saya buat adik”.

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis
yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih
uang kok malah
dikasihkan kepada orang lain.

“Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?”.

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama
ibu di rumah, ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan
saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual
habis.
Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu
saya tidak suka saya jadi pengemis”.

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil
penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah
punya etos kerja bahwa “kerja itu adalah sebuah kehormatan”, kalau dia
tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di
hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,
bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat
ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia
balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil,
bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang
dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah sebuah kehormatan”, ia akan
mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan
baik.

CATATAN :
Semoga cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja.
Bukan sekadar untuk uang semata. Jangan sampai mata kita menjadi “hijau”
karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan
profesi yg kita miliki. Sekecil apapun profesi
itu, kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berarti besar.


Halloo Prenz!!!

July 19, 2007

Lagi test drive blog baru neh. Ga tau deh,hehehe.

Salam Kenal semua ya.

Hmm, hari ini ada sedikit uneg-uneg nih. Seringkali kejadian-kejadian yang menimpa kita selalu tanpa kita sadari. Kejadian tersebut terjadi begitu saja. Seperti yang aku alami saat ini. Seseorang yang mungkin bagai saudara sendiri, orang yang selalu aku jadikan panutan, ternyata melakukan kesalahan yang membuat aku langsung berbalik 180 derajat gak respek sama dia.

Tapi gimana ya, yang namanya sudah dianggap sodara sendiri. Aku merasa ada kewajiban untuk paling tidak mengingatkan. Akan tetapi, karena aku sendiri adalah orang lain maka tentu ada keterbatasan juga. Ya moga-moga cepat menyadari kesalahannya. Dan kembali ke jalan yang seharusnya.

Semoga pikiran sehatnya segera muncul kali ya, soalnya kesalahan yang dia buat ini sangat berbahaya bagi orang lain, terutama orang-orang yang dekat dengan dia. Aku sendiri yang hanya bisa berdoa saja, dan andai ketemu aku tidak bosan-bosan untuk sekedar mengingatkan secara SANGAT halus, karena aku paling “takut” kalo sampe menyinggung perasaan orang lain, apalagi teman sendiri.

hmm, mungkin cukup ya untuk yang ini. Dan insyaAllah pasti temenku itu akan menemui jalan keluar. amin.