Dear All,
Ini dapet dari teman juga. Moga dapat menjadi hikmah.
____________________________________________
Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun
menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah
seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Pak
mau beli kue, Pak?” Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak,
saya sedang makan”.
Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia
tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut
menjawab “Tidak dik saya sudah kenyang”.
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki
lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah
hampir seharian menjajakan kue buatan bunda.
Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada
bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah”.
Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung
kehidupan yang serba pas-pasan ini.
Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja
kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak mau beli kue saya?”, pemuda
yang ditawarkan jadi risih juga
untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 1.500,-
dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini
sedekahan dari saya buat adik”.
Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis
yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih
uang kok malah
dikasihkan kepada orang lain.
“Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?”.
Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama
ibu di rumah, ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan
saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual
habis.
Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu
saya tidak suka saya jadi pengemis”.
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil
penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah
punya etos kerja bahwa “kerja itu adalah sebuah kehormatan”, kalau dia
tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di
hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,
bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat
ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia
balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil,
bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang
dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah sebuah kehormatan”, ia akan
mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan
baik.
CATATAN :
Semoga cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja.
Bukan sekadar untuk uang semata. Jangan sampai mata kita menjadi “hijau”
karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan
profesi yg kita miliki. Sekecil apapun profesi
itu, kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berarti besar.