Tekek Lorek Munggah Ondo

July 26, 2007

Ketek 

Wakakakakakk !!!


Satu Korban lagi dari IPDN

July 23, 2007

Dear friends,

Rasanya belum setahun berlalu kasus kematian satu praja ipdn yang dikeroyok rame2 oleh seniornya.

Kali ini kita dikejutkan oleh berita bahwa ada satu lagi korban premanisme dari praja-praja (preman-preman) ipdn. Premanisme tersebut ternyata tidak hanya berlaku untuk yunior2, tetapi kali ini seorang tukang ojek yang menjadi sasaran. Sampai ketika dimakamkan darah segar masih keluar dari kepala Wendi, tukang ojek yang meninggal karena kebiadaban praja preman tersebut. Dilaporkan bahwa korban mengalami luka dalam cukup parah pada kepala, paru-paru rusak. Korban dibentur-benturkan pada dinding dan dikeroyok rame-rame oleh sekitar 20 praja preman tersebut.

Lalu bagaimana menurut kita? masih pantaskah ipdn dipertahankan? Masih layakkah praja preman busuk tersebut dipelihara dengan uang rakyat?

Kalo memang masih dipertahankan, maka dalam 1-2 tahun ke depan, kita harus hati-hati tiap akan ke kantor pelayanan masyarakat yang terdapat lulusan ipdn. Jangan-jangan kita yang akan jadi korban berikutnya. Kalo perlu tiap ke kantor pelayanan masyarakat kita perlu bawa golok ato celurit untuk melindungi diri.

Untuk berita lengkapnya silahkan klik link berikut ini:

IPDN LAYAK DIBUBARKAN!!!

Silahkan isi comment nya


Tim Merah Putih Makin Maknyusss

July 20, 2007

Dear All,

Walau Tim Merah Putih tersingkir dari babak perempat ASIAN CUP 2007, tetapi secara keseluruhan telah terjadi peningkatan performa luar biasa yang dicapai oleh tim kita saat ini. Ini harus terus ditingkatkan dan ditingkatkan.

Yang mau lihat perbandingan Indonesia kontra Bahrain. Silahkan klik Play Button dibawah. Maknyusss euyy!!!


Dunia yg berbeda…

July 20, 2007

Sesuatu yang kadang menurut kita baik…

tapi bagi orang lain belum tentu baik,

Sesuatu yang kadang menurut kita benar…

tapi bagi orang lain belum tentu benar,

Sesuatu yang bagi kita wajar…

tapi bagi orang lain belum tentu wajar,

Sesuatu yang bagi kita normal…

tapi bagi orang lain belum tentu normal,

Ini mungkin salah satu pelajaran yg harus benar-benar kita pahami. Berawal dari pengalaman pribadi dan juga hikmah dari kejadian-kejadian dalam hidup saya. Maka saya mencoba untuk menuliskannya dalam blog sederhana ini.

Suatu ketika saya dan beberapa teman mengadakan suatu kegiatan kumpul-kumpul di suatu tempat. Ya, sekedar untuk mempererat silaturrahim sesama sodara Indonesia. Sebelum kegiatan disepakati bahwa untuk perbekalan yang akan disiapkan dalam acara kumpul-kumpul tersebut ditanggung dulu oleh perorangan baru kemudian di akhir acara diganti oleh organisasi. Akhirnya, acara pun berlangsung meriah dan penuh kasih sayang antar sesama sodara Indonesia yang semuanya jauh dari rumah, ya.. rumah di Indonesia. Jadi critanya kami adalah sekumpulan orang Indonesia yang berada di luar Indonesia.

Nah, setelah beberapa hari dan diadakanlah acara penggantian uang kepada masing-masing yang mengeluarkan dana untuk acara kumpul-kumpul tersebut. Nah, masalah pun muncul. Hal ini dimulai ketika sang penanggung jawab uang menanyai satu per satu perihal nota yang di berikan oleh salah seorang peserta kumpul-kumpul. Sebenernya maksudnya adalah baik. Akan tetapi hal tersebut justru menimbulkan perasaan bagi pihak yang meminta ganti uang tersebut. Istilah Jawanya, “Koq gak percoyone yo, sampek diperikso siji-siji kebenarane?” mungkin seperti itu. Kalo saya sendiri diperlakukan seperti itu mungkin ya mangkel juga sih.

Akhirnya ya terjadilah sedikit perang mulut antara seseorang dengan penanggung jawab uang tersebut. Tapi alhamdulillah masalah bisa diselesaikan dengan beberapa pihak yang membantu menenangkan kedua pihak.

Ya sebuah pelajaran, bagi kita mungkin baik tapi belum tentu bagi orang lain.

Ya mungkin mau add aq di friendster klik aja ini http://www.friendster.com/rusmanto

Untuk para tekek-tekek Passkal’ers join yah Passkal_03


Hidup Bagai Kentut

July 19, 2007

Hidup kadang kayak kentut. Kadang bebas kadang tertekan.


Kerja Adalah Sebuah Kehormatan

July 19, 2007

Dear All,

Ini dapet dari teman juga. Moga dapat menjadi hikmah.

____________________________________________

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun
menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah
seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Pak
mau beli kue, Pak?” Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak,
saya sedang makan”.

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia
tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut
menjawab “Tidak dik saya sudah kenyang”.

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki
lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah
hampir seharian menjajakan kue buatan bunda.
Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada
bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah”.

Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung
kehidupan yang serba pas-pasan ini.

Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja
kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak mau beli kue saya?”, pemuda
yang ditawarkan jadi risih juga
untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 1.500,-
dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini
sedekahan dari saya buat adik”.

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis
yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih
uang kok malah
dikasihkan kepada orang lain.

“Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?”.

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama
ibu di rumah, ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan
saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual
habis.
Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu
saya tidak suka saya jadi pengemis”.

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil
penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah
punya etos kerja bahwa “kerja itu adalah sebuah kehormatan”, kalau dia
tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di
hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya,
bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat
ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia
balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil,
bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang
dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah sebuah kehormatan”, ia akan
mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan
baik.

CATATAN :
Semoga cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja.
Bukan sekadar untuk uang semata. Jangan sampai mata kita menjadi “hijau”
karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan
profesi yg kita miliki. Sekecil apapun profesi
itu, kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berarti besar.


Uji Nalar neh!! hehe

July 19, 2007

Ini saya dapat dari seorang teman seperjuangan waktu kuliah di kawah condrodimuka ITS Surabaya, hehe

Alkisah:

Bahlul seorang pegawai, setelah
melalui 2 tahun kerja keras dan
pengabdiannya yang tulus di sebuah
perusahaan, tiba-tiba menyadari bahwa
dirinya selama ini tak kunjung
mendapatkan promosi, salary no up-up
(gajinya pun gak naik naik), bahkan
diusulkan untuk naik pun gak pernah,
pokoknya perusahaan ini nampaknya sama
sekali gak pernah peratiin dia, gitu
lah kesimpulannya.

Sehingga suatu pagi Bahlul memutuskan
untuk menghadap ke pak Bento HRM
(Human Resource Manager) dan setelah
saling mengucap salam maka Bahlul
segera dengan bersemangat menyampaikan
maksud hati dan segala uneg-unegnya
kepada HRM. Pak Bento setelah
menatapnya beberapa saat kemudian
tertawa, mempersilahkannya untuk duduk
dan berkata:
“Ha ha ha, dengar kawan, anda itu
bahkan belum bekerja untuk perusahaan
ini meskipun satu hari..!”

Tentu saja Bahlul sangat terkejut
mendengar hal itu namun pak Bento
segera meneruskan:

Bento: Coba katakan ada berapa hari
dalam setahun?
Bahlul: 365 hari dan kadang-kadang 366
hari.

Bento: Betul, sekarang ada berapa jam
dalam sehari?
Bahlul: 24 jam.

Bento: Berapa jam kamu bekerja dalam
sehari?
Bahlul: dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi
8 jam sehari.

Bento: Jadi, berapa bagian dari harimu
yang kamu pakai bekerja?
Bahlul: (mulai ngitung dalam
hati…..8/24 jam = 1/3)….sepertiga!

Bento: Wah pinter kamu!, Sekarang
berapakah 1/3 dari 366 hari?
Bahlul: 122 (1/3×366 = 122 hari)

Bento: Apakah kamu bekerja pada hari
Sabtu dan Minggu?
Bahlul: Tidak Pak!

Bento: Berapa jumlah hari Sabtu dan
Minggu dalam setahun?
Bahlul: 52 Sabtu ditambah 52 Minggu =
104 hari.

Bento: Nah, kalau kamu kurangkan 104
hari dari 122 hari, berapa yang
tinggal?
Bahlul: 18 hari.

Bento: Nah, saya sudah kasih kamu 12
hari cuti tiap tahun. sekarang
kurangkan 12 hari dari 18 hari yang
tersisa itu berapa hari yang tinggal?
Bahlul: 6 hari.

Bento: Di hari Natal dan Tahun Baru
apakah kamu bekerja?
Bahlul: Tidak pak!
Bento: Jadi sekarang berapa hari yang
tersisa?
Bahlul: 4 hari.

Bento: Di hari Idul fitri dan Idul
adha apakah kamu bekerja?
Bahlul: Tidak pak!
Bento: Jadi sekarang berapa hari yang
tersisa?
Bahlul: 2 hari.

Bento: Sekarang sisa tersebut kurangi
dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1
syuro, maulud, israkmikraj, wafat
yesus, kenaikan isya al masih,
proklamasi…………… berapa hari
yang tersisa?

Bahlul: …???………gak ada sisa
pak.

Bento: Jadi sekarang anda mau menuntut
apa?

Bahlul: Saya mengerti pak, sekarang
saya sadar bahwa selama ini saya sudah
makan gaji buta dan telah mencuri uang
perusahaan dengan tidak bekerja
sedikitpun. Saya minta maaf……

PERTANYAANNYA ADALAH…
ADA SESUATU YANG SALAH, APAKAH ITU?! hmmm…


Halloo Prenz!!!

July 19, 2007

Lagi test drive blog baru neh. Ga tau deh,hehehe.

Salam Kenal semua ya.

Hmm, hari ini ada sedikit uneg-uneg nih. Seringkali kejadian-kejadian yang menimpa kita selalu tanpa kita sadari. Kejadian tersebut terjadi begitu saja. Seperti yang aku alami saat ini. Seseorang yang mungkin bagai saudara sendiri, orang yang selalu aku jadikan panutan, ternyata melakukan kesalahan yang membuat aku langsung berbalik 180 derajat gak respek sama dia.

Tapi gimana ya, yang namanya sudah dianggap sodara sendiri. Aku merasa ada kewajiban untuk paling tidak mengingatkan. Akan tetapi, karena aku sendiri adalah orang lain maka tentu ada keterbatasan juga. Ya moga-moga cepat menyadari kesalahannya. Dan kembali ke jalan yang seharusnya.

Semoga pikiran sehatnya segera muncul kali ya, soalnya kesalahan yang dia buat ini sangat berbahaya bagi orang lain, terutama orang-orang yang dekat dengan dia. Aku sendiri yang hanya bisa berdoa saja, dan andai ketemu aku tidak bosan-bosan untuk sekedar mengingatkan secara SANGAT halus, karena aku paling “takut” kalo sampe menyinggung perasaan orang lain, apalagi teman sendiri.

hmm, mungkin cukup ya untuk yang ini. Dan insyaAllah pasti temenku itu akan menemui jalan keluar. amin.